Beranda / Berita / Saba Budaya, Ngaguar Warisan Karuhun di…

Kegiatan Sekolah SD Bintang Madani

Saba Budaya, Ngaguar Warisan Karuhun di Lembur

12 Februari 2026 · Admin SD

Saba Budaya, Ngaguar Warisan Karuhun di Lembur

"Fieldtrip Kelas 3 SD Bintang Madani ke Sindang Reret, Ciwidey
10 Februari 2026"

Belajar budaya tidak cukup hanya dengan membaca buku. Anak-anak perlu melihat, merasakan, dan mengalami langsung bagaimana warisan budaya menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

Pada 10 Februari 2026, peserta didik kelas 3 SD Bintang Madani mengikuti kegiatan fieldtrip ke Sindang Reret, Ciwidey dengan mengusung tema “Saba Budaya, Ngaguar Warisan Karuhun di Lembur.”

Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal lebih dekat budaya Sunda, khususnya berbagai kearifan lokal yang diwariskan oleh para karuhun.

"Mengenal Budaya dari Dekat"

Di Sindang Reret, anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda dari biasanya. Mereka diajak mengenal suasana kehidupan di lingkungan Sunda serta berbagai aktivitas yang dekat dengan budaya dan tradisi masyarakat.

Pengalaman tersebut membuat budaya terasa lebih nyata. Anak tidak hanya mengetahui nama atau istilah budaya, tetapi dapat melihat dan merasakan langsung nilai-nilai yang ada di dalamnya.

Di balik berbagai tradisi, terdapat pelajaran tentang kesederhanaan, kebersamaan, kerja keras, gotong royong, dan rasa hormat terhadap alam serta sesama.

"Saba Budaya, Menumbuhkan Rasa Cinta"

“Saba” berarti berkunjung atau menjelajah. Melalui perjalanan ini, anak-anak diajak untuk saba dan ngaguar—menggali kembali—warisan yang telah ditinggalkan oleh para karuhun.

Bagi anak-anak, pengalaman tersebut menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya sendiri. Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, mengenalkan budaya sejak dini menjadi bagian penting agar anak tetap memiliki akar dan identitas.

Fieldtrip ini bukan sekadar perjalanan ke sebuah tempat. Ada nilai yang ingin dibawa pulang: mengenal budaya, menghargai warisan leluhur, dan menjaga agar kearifan lokal tetap hidup di generasi berikutnya.

Karena mengenal budaya sendiri adalah salah satu cara bagi anak untuk memahami dari mana mereka berasal, sebelum melangkah lebih jauh mengenal dunia.

"Saba budayana, ngaguar warisana, ngamumulé ajén karuhun."

Berita lainnya